Selasa, 28 Januari 2014 | 14:40
[JAKARTA] Ketua DPR Marzuki Alie pernah mencita-citakan
agar DPR mempunyai media komunikasi ke publik. Harapan Marzuki akhirnya
terwujud melalui kerja sama TV Parlemen Sekretariat Jenderal (Setjen)
DPR dengan Berita Satu, First Media dan Big TV.
"Ini mimpi saya, DPR punya alat komunikasi ke publik. Hari ini itu terencana lewat kerjasama ini. Cita-cita ini sejak awal saya pikirkan, karena saya melihat bahwa sulit sekali berita DPR itu dipublikasikan oleh media," kata Marzuki saat Launching TV Parlemen Setjen DPR bekerjasama dengan Berita Satu, First Media dan Big TV, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1).
Menurut Marzuki, DPR hanya dipublikasi ketika ada berita menarik dan penting. Hal itu didapat Marzuki ketika bertanya ke berbagai media. "Kalau hanya penting tapi tak menarik, maka media takkan meliput, karena tak punya nilai jual. Karena itulah DPR mengeluarkan dana besar untuk media cetak dan blocking time, tetapi juga tak mampu melawan media yang secara masif membangun citra DPR sebagai lembaga yang buruk," ujarnya.
Akhirnya, masih kata Marzuki, dirinya bertemu dengan mantan Group Publisher of BeritaSatu Media Holdings, Peter F. Gontha. "Saya bersyukur dua tahun lalu ketemu Peter Gontha. Dia menawarkan ini. Dia punya niat membantu DPR. Saya tanya bayar tidak? Kalau bayar dikira ini proyek saya, dia jamin bahwa ini gratis. Ternyata masih ada anak bangsa yang memikirkan dan membantu pilar demokrasi," ujar Marzuki.
Dia berharap, setiap komisi-komisi kerja DPR dapat diberikan jadwal agar memiliki ruang menyampaikan hasil pekerjaan. "Saya harap kita bisa memanfaatkan ini, karena ada 24 jam perhati waktu. Banyak kegiatan di DPR yang bisa disampaikan ke publik. Dengan adanya TV Parlemen dan bekerjasama dnegan Berita Satu dan Big TV, mudah-mudahan TB parlemen punya channel sendiri nantinya," ucap Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini. [C-6]
"Ini mimpi saya, DPR punya alat komunikasi ke publik. Hari ini itu terencana lewat kerjasama ini. Cita-cita ini sejak awal saya pikirkan, karena saya melihat bahwa sulit sekali berita DPR itu dipublikasikan oleh media," kata Marzuki saat Launching TV Parlemen Setjen DPR bekerjasama dengan Berita Satu, First Media dan Big TV, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1).
Menurut Marzuki, DPR hanya dipublikasi ketika ada berita menarik dan penting. Hal itu didapat Marzuki ketika bertanya ke berbagai media. "Kalau hanya penting tapi tak menarik, maka media takkan meliput, karena tak punya nilai jual. Karena itulah DPR mengeluarkan dana besar untuk media cetak dan blocking time, tetapi juga tak mampu melawan media yang secara masif membangun citra DPR sebagai lembaga yang buruk," ujarnya.
Akhirnya, masih kata Marzuki, dirinya bertemu dengan mantan Group Publisher of BeritaSatu Media Holdings, Peter F. Gontha. "Saya bersyukur dua tahun lalu ketemu Peter Gontha. Dia menawarkan ini. Dia punya niat membantu DPR. Saya tanya bayar tidak? Kalau bayar dikira ini proyek saya, dia jamin bahwa ini gratis. Ternyata masih ada anak bangsa yang memikirkan dan membantu pilar demokrasi," ujar Marzuki.
Dia berharap, setiap komisi-komisi kerja DPR dapat diberikan jadwal agar memiliki ruang menyampaikan hasil pekerjaan. "Saya harap kita bisa memanfaatkan ini, karena ada 24 jam perhati waktu. Banyak kegiatan di DPR yang bisa disampaikan ke publik. Dengan adanya TV Parlemen dan bekerjasama dnegan Berita Satu dan Big TV, mudah-mudahan TB parlemen punya channel sendiri nantinya," ucap Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini. [C-6]
